Pengalaman Mengikuti Seleksi DIKTI Transition Course 2022

Partisipan Bridging Course DIKTI 2022, bersama Lynne Newcombe, Direktur ELTC University of Sheffield

Halo semua, rasanya sudah tiga tahun lebih blog ini berdebu, dan sambil menikmati perjalanan saya di kereta dari Sheffield ke Manchester, saya ingin memulai kembali menuliskan catatan perjalanan studi di blog ini.

Oops, saat ini Alhamduililah saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program Bridging Course DIKTI di University of Sheffield, UK, atau lebih tepatnya di Inggris. Mungkin ada beberapa yang bertanya-tanya, sebenarnya apa itu transition course? Mata kuliah jembatan? Hehe, bukan tentunya. So let me explain below yaah πŸ™‚

April 2022

Sekitar bulan tersebut, saya iseng-iseng membuka DIKTI website. Kemudian, saya menemukan di bagian pengumuman bahwa DIKTI sedang membuka program ini kembali. Kalau mau kepo lebih detailnya bisa ke sini aja . Nah saya masih ingat, di tahun 2021 kemarin sempat dong mau ikut, tapi sayangnya karena persyaratannya harus sudah ada proposition penelitian, dan biasa dong, ditunda-tunda, deadliner, eh ujung-ujungnya nggak selesai berkasanya wkwk. Padahal waktu itu saya sudah minta izin dan surat rekomendasi dari bu kadept di jurusan saya.

No, berhubung di akhir tahun 2021 kemarin saya apply LPDP, akhirnya pada waktu itu sudah terdapat draft proposal. Sembari mencari kepastian dari calon-calon potential supervisor, saya pun tertarik untuk mendaftar kembali. Lagi-lagi ya deadlineer sih wkwk, tapi alhamdulillah kali ini selesai, dan akhirnya saya submit tepat pada hari deadline may 10, 2022.

Pada waktu itu ternyata ada salah satu senior saya yang lolos tahun sebelumnya, dan saya baru menguhubunginya H-1 Deadline sekedar bertanya ke mana tujuannya tahun lalu, ternyata ke University of Limmerick, Ireland. Waaah, lumayan ini kalau seandainya lolos ke Eropa hehe…

June 2022

Tanggal June 11, 2022 saat saya sedang menikmati weekend, sebuah eMail masuk dari DIKTI. Alhamdulillah, ternyata saya dinyatakan lolos tahap awal, dan mendapat undangan untuk presentasi secara proposal online. Duh, ini deg-deg-annya main bukan. Saya masih ingat saat interview LPDP di akhir 2021 silam, proposal saya dibantai habis-habisan sama interviewer. Namun dari situ pada waktu itu proposition penelitian saya akhirnya saya bisa merevisi sesuai dengan “pembantaian” di interview akhir LPDP hehe >_<.

Sekitar 110 kandidat bergabung dalam tahap ini. Cukup beragam bapak ibu dosen ini universitasnya mulai dari timur Indonesia hingga ke barat. Saya tidak tahu pada waktu itu berapa kandidat yang diambil, namun yang terpenting saya melakukan yang terbaik. Saya mendapatkan jadwal interview pada hari Selasa, June 21, 2022, jam 09.40 – 10.00.

Interview with Selama, keduanya sepertinya sama-sama seorang akademisi. Kedua interview lebih menggali bagaimana pemahaman kita akan proposal, novelty-nya, metodologi penelitian, juga fokus riset saya. Dari sini kembali saya mendapat feedback yang berharga tentang reach yang masih terlalu luas, terlihat dari Search question-nya yang masih belum menggali “ke dalam”. Well, intinya I tried my best, dan sudah berpasrah saja pada waktu itu. Terlebih jika lolos, berarti harus meninggalkan keluarga kurang lebih 2-3 bulan, yang berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya sih 2 bulan programnya.

July 2022

Sekitar minggu ketiga Juli, saya masih leadingi pengumuman hasil seleksi course relay, yang tak kunjung keluar di eMail saya. Akhirnya saya memutuskan membuka DIKTI website say yes, dan ternyata sudah pengumuman. Cukup berdebar-debar, dan Alhamdulillah ala kulli haal, ternyata belum rezekinya saya untuk lolos. Hikmahnya barangkali biar saya bisa membersamai keluarga dan mungkin bisa fokus ke pencarian supervisor via eMail.

August 2022

Tidak ada angin, tidak ada air, yang ada kerjaan wkwk (apa sih). Sekitar akhir Agustus 2022, saya mendapatkan whatsapp dari DIKTI yang menawarkan untuk mengikuti Bridging Course 2022. Sempat kaget karena saya bahkan tidak masuk cadangan peserta, namun Qadrullah, ternyata banyak peserta yang mengundurkan diri, sehingga saat dilakukan unama perangkouturi. Setelah meminta izin kepada atasan di kampus, alhamdulillah diizinkan dan finally saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program ini. Pengumuman peserta tambahan akhirnya keluar juga say sin.

Siapa sangka ternyata tujuannya University of Sheffield. Universitas yang menjadi pilihan pertama saya saat mendaftar LPDP di 2021 kemarin. Siapa yang menyangka juga, bahwa dalam setahun terakhir, eMail saya belum kunjung berbalas dari potential supervisor saya di Sheffield, namun ternyata dengan program ini saya mendapatkan kesempatan untuk bertemu langsung F2F di Sheffield. Ternyata dari 50-year peserta yang diterima, tidak semua ke University of Sheffield. Ada yang ke Soprone University di Hungaria, Taiwan, and dengar-dengar juga di University of Western Australia. Alhamdulillah, say mendapatkan keputusan dari DIKTI ke Sheffield. Selain itu juga impian mengunjungi negara Inggris tergapai juga akhirnya πŸ™‚

September 2022

Pasca itu, kami mengebut mengurus VISA dan berbagai administrasi keberangkatan. Ekspektasinya kami akan memulai pada program October 10, 2022. Waktu yang cukup mepet sejujurnya untuk mengurus VISA. Sambil menunggu Letter of Guarantee dari DIKTI serta Letter of Acceptance dari Sheffield, sebagai ASN kami harus mengurus Setneg (Surat Tugas Negara), melengkapi berkas-berkas, data tiket, berkas VISA lainnya, serta perlengkapan-perlengkapan lain selama di sana, terlebih juga saat kami di sini sudah di akhir musim gugur dan bahkan masuk musim dingin.

Mengurus VISA ke UK tidaklah susah, kita bisa tinggal registrasi online, mengisi semua kelengkapan, serta ke VFS Global terdekat, sebagai agen resmi pengurusan VISA. Kebetulan di Surabaya ada, hingga akhirnya saya memilih interview VISA di sini. Saat interview, saya membayangkan akan seseram saat dulu saya mengurus VISA ke USA, namun ternyata tidak sama sekali. Semua berkas sudah di upload soft copy-nya secara online, sehingga saat hari H, tinggal checking saja. Rasanya tidak sampai 15 menit sudah selesai.

October 2022

Waktu proses VISA disebutkan sekitar 7 minggu, namun bisa lebih cepat dari itu, kalau dahulu sekitar 3 minggu sudah jadi, namun saat ini karena katanya banyak sekali aplikasi yang masuk, maka 7 minggu adalah waktu ideal. Rasa-rasanya kami akan tidak mungkin memulai tanggal october 10, 2022, dan ternyata memang iya. Dari 14 orang yang berangkat ke Sheffield, baru 2 orang yang keluar yaitu saya, dan satu rekan lagi. Program Akhirnya diputuskanlah kami mundur ke tanggal October 24, 2022 dengan memulai seminggu pertama online terlebih dahulu.

Singkat cerita, seminggu sebelum keberangkatan VISA kami semua sudah keluar, dan akhirnya diputuskan kami berangkat pada tanggal October 27, 2022. Waktu yang cukup mepet juga, akhirnya saya seminggu terakhir siap-siap, terutama beli stok bumbu masak, perlengkapan mus hangatim djanang berinlengan lainnya. Maklum, tinggal di Surabaya jadi tidak pernah membeli baju lengan panjang lagi hehe.

United Kingdom, let’s go!

Juanda’s Keberangkatan. Bersama Istri dan Putri tercinta.

October 26, 2022 sekitar pukul 1:45 p.m., saya to take off dari Juanda, Surabaya menggunakan Garuda Indonesia ke Jakarta. Kami dijadwalkan untuk berangkat ke UK menggunakan Emirates dari Soekarno Hatta, pada tanggal 27 Oktober jam 00.40, dan setelah sekitar 18 jam penerbangan, sampai di UK sekitar jam 12.30. Anyway, saat di pesawat, ternyata bersamaan dengan pertandingan La Liga Champions, and saya iseng-iseng menyalakan saluran TV yang sport di pesawat ternyata ditayangin dong. Tapi Kalah T_T.

Sambil nonton Barcelona tapi kalah ._.

Sebelum keberangkatan saya sudah check in dan selalu memilih tempat duduk di samping jendela dong hehe :). Selain itu juga saya melihat di daftar makanan. Memang untuk Emirates di sini, mereka menyajikan makanan halal. Namun ternyata di food preferences ada tulisan: Halal Food, ya sudah saya iseng-iseng memilih. Hasilnya ternyata alhamdulillah memang makanan saya di serve awal saat sesi makan, jadi cepat. Tapi ternyata menunya dikasih yang benar-benar tidak ada rasanya, aka benar-benar sehat dong, salmon mulai dari, dan seterusnya. Sementara penumpang di sebelah saya makanannya ada rasanya :)). Sepertinya ini bukan sekedar halal tapi juga super super thayyiban hehe.

Makanan Super Halal dan Super Sehat, ask gara-gara malah porsinya ndak banyak hehe ._.

October 27, 2022: Welcome to Manchester!

Finally, setelah menempuh perjalanan cukup melelahkan, sampai juga kami from Manchester airport.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*